Selasa, 31 Mei 2016

Contoh Puisi Karya Sitor Sitomorang

Posted by Dahlia Andika  |  No comments



KEBUN BINATANG
Karya : Sitor Sitomorang
Kembang, boneka dan kehidupan
Kembang, boneka dan kerinduan
Si adik ini ingin teman
Si anak ini punya ketakutan
Hari-hari kemarin
Punya keinginan
Berumah ufuk, ombak menggulung
Hari-hari kandungan
Tolak keisengan
Ramai-ramai di kebun binatang
Kembang, boneka dan kehidupan
Kembang dan kerinduan
Si adik ini ingin teman
Boneka ini punya kesayuan
Hari-hari datang
Hari kembang di kebun binatang
Hari bersenang
Pecah dalam balonan
Kembang, boneka dan kehidupan
Kembang dan kerinduan
Si adik ini ingin teman, Boneka ini punya kesayuan.

KALIURANG(TENGAH HARI)
Karya : Sitor Sitomorang

Kembali kita berhadapan
Dalam relung sepi ini
Dari seberang lembah mati
Bibirmu berkata lagi
Napasmu mengelus jiwaku
Tersingkap kabut Dataran
Dan kutahu di tepi selatan
Laut ‘manggil aku berlayar dari sini

Tungguhlah aku akan datang
Biar kelam datang kembali
Dengan angin malam aku bertolak
Ke negeri, kabut tidak mengabur pandang
Mati, berarti kita akan bersatu lagi.






LERENG MERAPI
Karya : Sitor Sitomorang

Kutahu sudah, sebelum pergi dari sini
Aku akan rindu balik pada semua ini
Sunyi yang kutakuti sekarang
Rona lereng gunung menguap
Pada cerita cemara berdesir
Sedu cinta penyair
Rindu pada elusan mimpi
Pencipta candi Prambanan
Mengalun kemari dari dataran ….
Dan sekarang aku mengerti
Juga di sunyi gunung
Jauh dari ombak menggulung
Dalam hati manusia sendiri
Ombak lautan rindu
Semakin nyaring menderu …





SURAT KERTAS HIJAU
Karya : Sitor Sitomorang

Segala kendaraannya tersaji hijau muda
Melayang di lembaran surat musim bunga
Berita dari jauh
Sebelum kapal angkat sauh
Segala kemontokan menonjol di kata-kata
Menepis dalam kelakar sonder dusta
Harum anak dara
mengimbau dari seberang benua
Mari, Dik, tak lama hidup ini
Semusim dan semusim lagi
Burung pun berpulangan
Mari, Dik, kekal bisa semua ini
Peluk goreskan di tempat ini, Sebelum kapal dirapatkan.







DUKA
Karya : Sitor Sitomorang

Manakah lebih sedih?
Nenek terhuyung tersenyum/jelma sepi abadi
Takkan tertukar rupa

Atau petualang muda sendiri?
Gapaian rindu tersia-sia
Tak sanggup hidup rukun
Antara anak minta ditayang

Sekali akan tiba juga
Takkan ada gerbang membuka
Hanya jalan merentang ditayang

Sekali akan tiba juga
Takkan ada gerbang membuka 
Sungguh sayang cinta sia-sia

Manakah lebih sedih?
Nenek terhuyung tersenyum
Atau petualang mati muda
Mengumur muda telah dinujum

WAJAH TAK BERNAMA
Karya : Sitor Sitomorang

BANGUN
Tidurnya: kejalangan perempuan
Bangunnya: kesepian disugukan,
Racun menyebar di tubuh,
Tak ada yang mengeluh.

Merangkak ia ke jendela,
Memandang pagi seperti biasa
Ia lihat pohon-pohon berbuah,
Dunia yang makin indah.

Hatinya makin rawan.
Rindunya sampai ke awan.

Balik di dada perempuan,
Sorga lain ia impikan.






GAMBAR KOTA DULU
Karya : Sitor Sitomorang
Depan jendela gadis mengurai rambut
Ditimpa sinar pagi menyepuh kota
Sungai di bawah memantul sinar bulan muda
Di mata selamanya yang masih kusut

Di cermin tertera kejadian dalam
Nafsu remaja yang berakhir di malam
Menyatu dengan dendang pagi
Hari baru yang menyusukan hati

Cinta hidup yang tidak kepalang
Di dadanya yang tak tahu diri telanjang
Meraih diriku yang tak tahu pulang
Sebelum semua pintu terpalang

Adakah malammu sudah berhenti risau
Mencari pacar
semenjak semua telah lalu
kenangan jad pudar?
Tapi kau bukan merpati ̶  kutahu
Yang bisa tenteram merindu
dalam sangkar
Akupun nanar.
JALAN BATU KE DANAU
Karya : Sitor Sitomorang
Lewat Tarutung dan Siantar
Ada dua jalan baru
Menuju danau
Aku tahu

Lewat Tarutung dan Siantar
Ada dua jalan batu
Menuju kau

Aku tahu
Dari Taruntung dan Siantar
Ada dua jalan rantau
Ke pangkuanmu

Aku lalu
Dari Taruntung dan Siantar
Ada dua jalan rindu
Teringat kau
Aku tak tahu




PARIS-LA-NUIT
Karya : Sitor Sitomorang
Malaikatku, malaikatku
Turun menyelimuti senja
kebosanan
Menggeliat dalam beribu lampu
lusuh
Duka yang melapuk pada dinding hati
menjadi ragi
anggur nafsu
hingga darah bening
dan berlagu

Malaikatku, malaikatku
Dari asap pembiusan iseng
Menguap ia di malam tipis
Melepas dari kelabu rumah-rumah kota mati
musim rontok
Warna musim mengalun dalam angin jatuh
berbisik: Anak dulu sudah jadi gadis.
Angin, menyapu daun serta meluluh
bayang ingin jalan,
Lincah menggigil dalam tangis.

Kabut iseng kotaku
Terbalut dalam duka perawan keputihan salju,
kala bangun: hanya malaikat tak kenal dosa

Malaikatku
terbalut tilam sutera malam dosa
pada hati binatang kota belantara.
Harimau piaraan di buah dada,
isengku mendendam pada genitmu,
Menatap dalam hutan malam candu
Khayal serigala ingin yang kulepas
berbiak dan meraung dalam mulut godamu
Memuntahkan benih keisengan baru
pada mulut yang mengutuk puas.

Tawa jahanam di buas bibirnya menyelinap
Malaikatku
Lalu jejak di ambang malam berderap
Tanda hari baru bangkit: telanjang subur
Dari jurang pelaminan kubur
Cahaya dari awan kelesuan mati:

di wajah paginya rambut terurai kubelai
Lalu bangun di tengah hari perutnya
Memuntahkan dan menjilat lagi benih keisenganku


SAJAK
Karya : Sitor Sitomorang

Kenapa takkan percaya pada Tuhan?
Sama sedihnya dengan sajak

Bersama kita ia tak berpegangan
Kecuali dalam duka tamau beranjak

Bila kita mati
Iapun didera sepi
Penyair dalam diri meruntas rantai
Tahu sekali lepas ‘kan turut hancur
Pisau dtikam ke hulu mati
Bukan untuk membela diri ̶  telah lulur.



05.40 Share:
About SMAN 1 ULTRA

DAHLIA ANDIKA -

0 komentar:

Get updates in your email box
Complete the form below, and we'll send you the best coupons.

Deliver via FeedBurner
Proudly Powered by SMAN ULTRA.
back to top